17 October 2016

Wonderful Life : Semua Anak Terlahir Sempurna




Setiap kali anak kita dibanding-bandingkan dengan anak yang lain, kira-kira bagaimana perasaaan kita?

"Itu anakmu kok belum bisa nyelesaiin catatannya, menulisnya masih lambat ya?"

"Anak seumuran anakmu sudah pada lancar ngajinya, ini kok anakmu Iqro' aja masih sampe tengah-tengah?"

"Pelajaran matematika itu momok banget ya. Hampir semua anak parno sama matematika. Tapi anakku nggak loh. Dia nilai matematikanya 100 terus. Mungkin anakmu belajar sama anakku saja biar nilainya nggak jelek melulu kayak gitu."

Aaarrggghh... mulai dari yang bernada sopan hingga yang menghakimi secara terus terang, tentu saja beberapa ucapan di atas pernah dirasakan oleh sebagian besar orang tua yang anak-anaknya dianggap memiliki kelemahan dalam hal belajar.

01 October 2016

6 Hari Lancar Cas Cis Cus Bahasa Inggris



Your goal is not to speak "perfectly".
Your goal is to communicate ideas, information, and feelings in a clean and understable way.


Belajar Bahasa Inggris itu susah kah?

Ya kalau dibandingkan dengan bocah yang dari lahir dan dibesarkan di negara yang menggunakan Bahasa Inggris sebagai bahasa ibu tentu saja bakalan terasa jauh lebih susah ya. Jangankan untuk berbahasa Inggris, terkadang untuk bicara dengan Bahasa Indonesia saja masih ada yang suka tercampur-campur dengan bahasa daerah. Ya kosa katanya, ya logatnya :)

Sama-sama sedang berbicara menggunakan Bahasa Indonesia, coba teman-teman bandingkan logat orang Jawa, Sunda, Batak, Madura dan orang-orang dari berbagai daerah yang berbeda sukunya. Tentunya logatnya pun menyesuaikan dengan gaya bahasa sehari-hari.

12 May 2016

Semua Yang Penting dari Blogging


"Udah dapet apa saja dari ngeblog?"

Wahai dikau para blogger, pernahkah mendapatkan pertanyaan seperti itu? Kalau sudah pernah ditanya, lantas bagaimanakah jawabanmu?

Semacam ngeri-ngeri sedap ya kalau ditanya begitu. Seakan-akan tuh ngeblog ngejar apaan ajah. Kayak ngejar setoran saja ;)


Why Blogging?

26 February 2016

Antara Sinagoga, Teroris dan Cinta Sejati


Kita berarti membiarkan tetangga kita perutnya sakit karena lapar, sementara kita tidur kenyang. Itu sebuah dosa sosial. Nabi Muhammad Saw sangat tidak menyukainya. ~ Ayat-Ayat Cinta 2 hal. 137

Saya terhenyak saat membaca penggalan kalimat yang tersaji di dalam novel Ayat-ayat Cinta 2 karya Kang Abik ini. Begitu lembut, begitu penuh cinta kasih.

Terus terang saya bukan pembaca buku pertama Ayat-ayat Cinta ini, jadi benar-benar tidak tau apa yang terjadi pada kisah sebelumnya. Pertama kali melihat novel tersebut tak ada sedikit pun gerakan hati untuk mengadopsinya, apalagi melirik untuk membacanya. Kenapa? Apa yang terjadi sehingga saya memutuskan seperti itu saat pertama jumpa dengan karya Kang Abik (Habiburrahman El Shirazy)?

Tebal. Dan tentunya akan sangat dingin ceritanya mengingat settingan Islami yang tersemat kuat dan terpancar megah dari cover bukunya. Saya sudah membayangkan akan dicekoki berbagai dalil dan aneka dakwah berkepanjangan.