Membaca, Menulis dan Berkomunitas

Kali ini postingan blog saya tidak tentang review ataupun kompetisi seperti biasanya. Minggu pagi yang cerah rasanya kian indah saat tabloid lokal Jawa Tengah memuat satu halaman full tentang ini๐Ÿ˜‰

Suara Merdeka, Minggu 11 Januari 2015 (foto milik Aan Diha)

Saya memang sejak tahun 2012 gabung dengan komunitas Ibu Ibu Doyan Nulis (IIDN) Semarang. Dari mulai nol sama sekali belum pernah menulis artikel apa pun hingga akhirnya diberi banyak kesempatan oleh komunitas keren ini untuk berkembang. Meskipun baru satu dua naskah saya yang lolos ke penerbit, tetap syukur tiada terhingga bisa menjadi anggota keluarga komunitas tersebut. Bahkan bersama koordinator wilayahnya, saya dan beberapa teman membentuk klub buku, dimana di dalamnya saya tak lepas dengan diskusi dan saling memotivasi dalam menulis dan berbagi buku bacaan.

Beberapa hari sebelumnya, saya dan beberapa anggota IIDN lainnya diwawancarai oleh Mb Ike, wartawan Suara Merdeka. Alokasi berita memang akan diterbitkan pada hari Minggu ini. Meskipun sudah tau, kok rasanya bahagia sekali ya saat melihatnya. Sejenis katro, katrol atau apa ini namanya๐Ÿ˜€

header


part 1

part 2

part 3

Semoga postingan ini tak hanya terlihat sebagai usaha untuk pamer. Saya hanya ingin membagikan kisah yang mampu mendorong orang lain untuk termotivasi  Sama dengan saya yang tadinya tak tau sama sekali bahwa apa-apa yang saya baca dan alami, ternyata bisa banget untuk dijadikan bahan menulis. Apa pun itu. Ya tulisan untuk lomba, tulisan curcol, postingan blog (berbayar maupun tidak) dan masih banyak jenis tulisan lainnya.

Saya memang terengah-engah luar biasa mengikuti langkah anggota IIDN lainnya yang bukunya sudah puluhan. Tetapi sekali saya memutuskan untuk tidak mau mencoba, saya tetap akan berada di posisi saya dulu saat belum bergabung dengan komunitas ini. Meskipun baru sebatas menulis satu artikel di buku antologi, bagi saya itu tak masalah. Masih ada saudara-saudara saya di IIDN yang dengan ikhlas membantu langkah-langkah saya di masa depan ๐Ÿ’•๐Ÿ’—

Uniek Kaswarganti

Mom of two lovely kids, loves reading so much especially on fiction. She prefers listening Genesis and Phil Collins, The Corrs and KLa Project while enjoying her loneliness.

8 comments:

  1. horeee masuk tipii eh koran hihihi..yuk makin semangat nuliis :)

    ReplyDelete
  2. Ibu2 yg super duper keren... aku belajar banyak bgt dari klian smuanya. Semoga IIDN semarang makin jaya ^-^

    ReplyDelete
  3. IIDN mmg oyeeeee...
    Wadah positif untuk wanita kreatif..
    Maju terussssss!

    ReplyDelete
  4. Love you emaaakkk, love you all sistah :* :*

    ReplyDelete
  5. Selamat ya mbak Uniek,
    Kemarin saya sempat baca di Suara Merdeka ... hebat ini ibu2 IIDN Semarang masuk koran :-)

    ReplyDelete