Berbagi Inspirasi di Taman Pelangi




"Alya senang Kakak datang. Alya rindu, Kakak."
Aku hampir menangis mendengarnya. 
Aku sering membentaknya, tapi Alya malah merindukanku.
(hal. 77)

Betapa menjengkelkannya memiliki adik yang terus-menerus bertanya dan mengikuti kemana saja kita pergi. Begitu lah yang dirasakan Amy. Alya, adiknya, selalu menanyakan berbagai hal dan ingin tahu saja.

Namun ketika seminggu Alya tak ada di rumah, Amy merasaka rindu yang teramat sangat kepada adiknya ini. Alya jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Amy terbayang-bayang saat terakhir dia bertemu adiknya itu adalah ketika dia membentaknya gara-gara Amy lupa dimana ia meletakkan telepon genggamnya. Bahkan saat itu Amy menuduh Alya menyembunyikan ponselnya tersebut.

Maka sore itu Alya menengok adiknya karena sudah kangen berat. Sesampai di rumah sakit dilihatnya Alya yang duduk dengan pandangan kosong, tanpa mengerjakan apa pun. Televisi dibiarkan menyala di depannya.

Ketika tahu sang kakak menengok, Alya tersenyum senang dan merasa amat bahagia.

"Alya senang Kakak datang. Alya rindu, Kakak."

Di atas meja rumah sakit, tampak kertas-kertas tertempel, berisi impian-impian Alya. Setiap hari Alya menuliskan impiannya satu demi satu hingga nanti sembuh. Dan pada impian kedelapan yang ditulis Alya, Amy tak sanggup membendung rasa harunya.

Semoga Alya bisa sehebat Kakak.

Alya ingin bisa melakukan apa saja seperti Kakak. Alya ingin bisa membaca banyak buku, punya teman banyak, menyanyi di panggung...

Air mata Amy pun mengalir tanpa bisa dibendung demi mendengarkan impian Alya ini. Amy memeluk adiknya erat-erat dan berjanji akan mengajari Alya apa saja. Ya apa saja, Alya akan melakukan yang terbaik untuk Amy, adiknya yang tunanetra sejak lahir.

***

Kisah mengharukan di atas saya baca pada penggalan cerita berjudul Impian Kedelapan. Bagaimana tidak terharu saat mengikuti alur cerita seperti yang telah tertulis di atas. Seorang kakak yang dalam kesehariannya 'dihantui' kecerewetan adiknya, yang kemudian di akhir kisah baru diketahui bahwa si adik tersebut tunanetra. Hati mana yang tak akan tersentuh saat serasa diingatkan bahwa sebagai seorang kakak, seorang saudara, bahkan mungkin seorang idola, amat dibutuhkan kasih sayang, sentuhan, pelukan dan perhatiannya.

Ada lagi nih kisah yang menurut saya spesial, mengena namun tidak berkesan menggurui. Kania selalu mendapatkan oleh-oleh magnet kulkas dari papanya. Papa Kania adalah seorang wartawan di majalah wisata, sering bepergian mulai dari pulau-pulau kecil di Indonesia hingga ke luar negeri.

Senang dong ya tentunya bisa mendapatkan aneka macam magnet kulkas yang tentunya spesial. Setiap wilayah kan memiliki ciri khas sendiri-sendiri. Tapi, seperti itukah yang dirasakan Kania setiap kali mendapatkan oleh-oleh dari sang papa?

Kenapa, sih, Papa selalu memberi oleh-oleh magnet?
Magnet bukan benda yang bisa dibanggakan di sekolah.
Semua orang juga punya magnet kulkas.

Di saat Kania uring-uringan karena mendapatkan oleh-oleh yang tidak sesuai harapan, Mila malah senang sekali mengamati koleksi magnet kulkas milik Kania. Mila jadi teringat ayahnya yang baru meninggal beberapa bulan lalu. Almarhum ayah Mila juga suka mengoleksi magnet kulkas. Keluarga Mila jarang bepergian, sehingga oleh-oleh magnet kulkas dari teman kantor ayahnya bisa menjadi pengobat rindu.

Ayah selalu bilang, impiannya adalah melihat dunia. 
Mungkin aku belum bisa pergi ke tempat-tempat itu sekarang. 
Tapi, aku bisa belajar banyak dari magnet-magnet itu.
(hal. 6)

"Tiap kali lihat magnet-magnet ini, aku jadi ingat Ayah. Ayah juga suka mengoleksi magnet. Belum sempat Ayah bepergian ke tempat-tempat yang diimpikannya itu, Ayah sudah meninggal," desah Mila sedih.

Kania yang semula uring-uringan karena tak mendapatkan oleh-oleh luar negeri idamannya, malah akhirnya malu sendiri ketika mendengar keluh kesah Mila ini. Mila dan almarhum ayahnya sangat menghargai oleh-oleh berupa magnet kulkas, mereka belajar banyak hal dari tempat asal magnet kulkas tersebut. Mereka sekeluarga juga berharap suatu saat nanti bisa pergi sendiri ke berbagai tempat di penjuru dunia. Nah, kenapa Kania yang bisa dengan mudah mendapatkan barang berharga ini justru kurang bersyukur?





Selain bacaan penting semacam kisah-kisah Nabi maupun khasanah pengetahuan, kumpulan cerita inspiratif seperti ini tepat sekali untuk dibaca oleh anak-anak. Saya sendiri mencoba memberikan buku ini kepada si bungsu. Dia yang kesehariannya lebih banyak membaca buku yang berkaitan dengan dunia otomotif (lagi gemar-gemarnya melihat berbagai alat transportasi), perlu juga diajak membaca kisah inspiratif seperti ini.

Untuk apa kira-kira saya harus memberikan bacaan model begini kepada anak?

Dari kedua cuplikan kisah yang saya tulis di atas, saya berharap pembaca blog ini juga bisa menangkap benang halus yang menautkan antara kisah tadi dengan pendidikan moral yang bisa kita sisipkan kepada anak-anak kita. Melalui buku kumpulan cerita inspiratif Taman Pelangi ini, sang penulis, Laras Ayu, berusaha menggali kepekaan hati anak-anak tanpa berusaha menggurui.

Saya suka sekali dengan cara penyampaian kisah inspiratif di buku ini. Setiap cerita yang disampaikan tak lebih dari tiga lembar, lengkap disertai dengan ilustrasinya. Jadi anak tidak akan bosan saat membacanya. Kebayang kan ya kalau anak-anak usia 6 hingga 10 tahunan gitu harus membaca cerita yang terlalu panjang? Pasti mereka akan bosan.



Tak hanya mengasah kepekaan jiwa anak-anak, ada berbagai macam cerita inspiratif yang juga menggugah keberanian. Pada cerita berjudul Melawan Takut, penulis berusaha menyampaikan bahwa seorang anak, meskipun pada awalnya merasa lemah, asalkan memiliki keteguhan hati dan selalu berbuat baik, pada akhirnya akan menuai kebaikan. Rian yang dikisahkan kerap dipalak oleh Dimas yang badannya jauh lebih besar, pada akhirnya justru melindungi Dimas dari rasa takut terhadap hantu ketika mengikuti perkemahan Sabtu-Minggu. Siapa sangka kan?

Buku ini sangat saya rekomendasikan kepada ayah dan ibu yang memiliki putra-putri berusia 6 hingga 10 tahun. Bagus banget nih untuk membangun karakter anak sejak dini. Anak tak cuma melulu melahap pelajaran sekolah loh, bacaan bergizi seperti ini juga penting.

Yuk, buku Kumpulan Cerita Inspiratif Taman Pelangi ini bisa banget didapatkan di toko buku terdekat. Ada 25 cerita character building yang bisa dijadikan bacaan bermutu bagi putra-putri tercinta. Happy reading yaaaa....

Uniek Kaswarganti

Mom of two lovely kids, loves reading so much especially on fiction. She prefers listening Genesis and Phil Collins, The Corrs and KLa Project while enjoying her loneliness.

9 comments:

  1. Jaman aku kecil seneng banget nih baca cerita begini. Sayangnya anakku ga begitu betah baca buku. Persis tantenya ��

    ReplyDelete
  2. Jadi teringat saat masih SD karena lumayan sering baca buku cerita inspiratif. Kalo buku anak memang harus menarik dan disertai ilustrasi gambar ya mbak biar nggak bosan dan jenuh.

    ReplyDelete
  3. Buku bagus. Mengajarkan anak untuk mensyukuri apa2 yang sudah didapat.

    ReplyDelete
  4. Ikut terharu nih baca kisah Alma. Nyess banget ya, kalo selama ini selalu gak suka digondeli adikny trus tiba2 adiknya malah sakit. Buku yang bisa dijadikan kado ultah ponakanku

    ReplyDelete
  5. Wah bisa masuk ke wishlist ku nih... emg lg nyari cerita2 inspiratif bgini buat dhaff yg uda masuk 6th.. tfs y mba uniek

    ReplyDelete
  6. bukunya walaupun untuk adek yang umurnya 6-10tahun, tapi ceritanya bisa menyentuh hati dan memberi pelajaran juga untuk yang dewasa

    ReplyDelete
  7. Suka nih naca buku cerita ini. Ringan tapi sering menyentuh. Kadang bikin senyum leg kadang bikim sedih haru.

    ReplyDelete
  8. kisah adik yang tuna netra itu bikin 'glek'. Kaget aku, Mbak.

    aku jadi pengen baca buat aku sendiri, anakku belum ngeh soalnyaa

    TFS ya, Mbak Uniek :)

    ReplyDelete
  9. covernya cakep...pingin beliin buat anak2

    ReplyDelete