[Blog Tour + Giveaway] Rahasia Pola Pendidikan Anak Hebat



Sebelum orang tua menyerahkan pendidikan anaknya kepada pihak lain, sebaiknya orang tua memahami terlebih dahulu pola penanganan yang tepat untuk putra-putrinya ~ hal. 98

Tak jarang dalam keseharian, banyak orang tua yang menganggap guru di sekolah kurang mampu memahami problematika yang terjadi pada anak yang disekolahkan di sana. Ada yang mengeluh si anak kurang konsentrasi, anak tidak paham apa yang dikatakan gurunya, pelajaran terlalu sulit, banyak teman yang melakukan kenakalan pada anak, dan masih banyak lagi.

Yang sering dilupakan oleh orang tua adalah sudah seberapa banyak perhatian dan pengenalan terhadap kepribadian anak. Bukankah anak itu lebih lama menghabiskan waktu bersama dengan orang tuanya dibandingkan dengan guru di sekolah? 

Ya.. yaaa... memang seperti itu adanya. Para papa dan mama mengetahui tentang hal itu, namun ada juga yang tetap sibuk dengan urusan masing-masing saat fisik berada di rumah. Jadinya tercipta jarak antara anak dengan orang tuanya dengan alibi papa dan mama sedang sibuk. 

Tak dapat dipungkiri, kegemaran orang tua bermain gadget maupun membawa pekerjaan kantor ke rumah bisa menjadi penyebab masalah dalam tumbuh kembang anak. Saat merasa tidak mendapat perhatian dari orang tuanya, bisa jadi anak akan menuntut kompensasi dalam hal yang lain.

Ah, anak saya ngerti kok kalau mamanya memang kerjaannya di depan laptop. Cari uang untuk mereka juga kaaaann...

Anak-anak belum pernah menjadi dewasa, tapi orang tua pernah menjadi anak-anak. ~ hal. 102

Aih papa dan mama, mungkin kita sering lupa ya kalau anak-anak itu kan bukan kita. Bagaimana pun juga mereka tetap membutuhkan belaian sayang, tutur kata yang hangat dari kita, tatapan dan pelukan penuh cinta. Melihat dan mendampingi proses pertumbuhan putra-putri kita adalah impian setiap orang tua. Orang tua tidak pernah menghitung sepeser pun biaya yang dikeluarkan untuk buah hati, atau waktu dan pengorbanan. Satu hal yang diinginkan oleh setiap orang tua adalah melihat anak-anak yang mereka sayangi hidup bahagia (hal. 12).

Menjadi orang tua memang tidak ada sekolahnya, namun bukan berarti tidak perlu terus belajar seputar pola asuh anak. Salah satu buku parenting menarik telah ditulis oleh Viki Mukadar, seorang konsultan pendidikan anak dan remaja. Melalui bukunya yang berjudul Rahasia Pola Pendidikan Anak Hebat, penulis mengajak orang tua maupun calon orang tua untuk tak lelah belajar dan mencoba menyelami rahasia di balik potensi hebat dari anak kita masing-masing.

Pada bagian awal buku, penulis memberikan beberapa buah pertanyaan yang saya kutip sebagai berikut : 
  1. Menurut ayah bunda, apakah tujuan dari kita menyekolahkan anak-anak kita?
  2. Mengapa seorang anak harus mendapatkan nilai yang bagus? Apakah tujuannya? Apakah nilai tersebut akan menjadi jaminan seorang anak menjadi anak yang berkualitas?
  3. Apakah tolak ukur seorang anak dikatakan berkualitas?
  4. Kapankah orang tua dikatakan berhasil dalam mendidik anak-anaknya?

Kira-kira kalau kita yang diberi pertanyaan seperti itu, apakah yang terlintas di benak kita sebagai jawaban?

Pada buku yang di setiap halamannya disertai ilustrasi ini, penulis pun membagikan ilmunya kepada pembaca seputar Human Quality Indicator yang dapat digunakan untuk memantau perkembangan putra-putri kita : 
  1. Interpersonal Skill yang berkaitan dengan kedewasaan anak.
  2. Kemampuan beradaptasi dengan lingkungan.
  3. Kemampuan menyelesaikan tugas hingga tuntas.

Di setiap indikator yang disebutkan di atas, penulis memberikan berbagai contoh yang berkaitan dengan parameter keberhasilannya. Jadi saat kita membaca berbagai istilah yang mungkin awam bagi kita yang tidak mendalami ilmu psikologi, rasanya tidak terlalu sulit karena penulis menjabarkannya dengan bahasa yang sangat mudah dimengerti. 

Apakah dengan membaca buku ini lalu kita mengharuskan anak kita menjadi yang terbaik di antara teman-temannya?

Tentu saja setiap anak memiliki kondisi dan faktor pendukung yang berbeda-beda dalam tumbuh kembangnya. Namun sebagai orang tua tentu saja kita memiliki harapan positif bagi putra-putri kita. Siapa sih yang tidak mau anaknya tumbuh menjadi Anak Hebat Mandiri? Pasti pada kepengin kan yaaa...

Sesuai dengan indikator yang telah disebutkan di atas tadi, Anak Hebat Mandiri merupakan anak yang :
  1. Serius dalam menghadapi setiap permasalahan hidupnya.
  2. Pintar menyesuaikan dirinya dimana saja.
  3. Mampu menyelesaikan tugas dengan baik hingga tuntas (mandiri).
Waaahh... tentunya senang kan ya bila anak bisa mencapai tahapan ini. Sebagai orang tua kita bisa merencanakan sistem pengasuhan yang mendukung tercapainya level hebat mandiri ini. Anak tentu saja tidak serta merta bisa seperti ini. Ada urut-urutan tingkat kemandirian yang akan dicapai oleh anak hebat mandiri. Apakah itu? 

Saya sarankan teman-teman membaca langsung deh buku yang inspiratif dan mudah dimengerti karya Viki Mukadar ini. Banyak informasi menarik seputar beliau dan dunia anak yang bisa kita ketahui di pendidikanananda.com 

Yang penting juga untuk kita ketahui nih, setiap manusia memiliki kecerdasan yang majemuk. Masing-masing individu dapat memiliki lebih dari satu kecerdasan, di antaranya ada yang sangat menonjol. Setiap kecerdasan ini dapat bekerja bersama-sama pada satu momen, tapi dapat juga bekerja sendiri-sendiri secara otonom.

Manusia memiliki 3 jenis kecerdasan utama : 
  1. Kecerdasan Nalar atau Intelektual (IQ), letaknya pada otak kiri manusia.
  2. Kecerdasan Emosional atau EQ, letaknya pada otak kanan manusia.
  3. Kecerdasan Spiritual atau fungsi kesadaran (SQ), letaknya pada otak kecil manusia.
Kenapa disebut dengan kecerdasan utama? Ya karena kalau kecerdasan utama ini tidak digunakan, yang aka mengambil alih adalah kecerdasan cadangan atau yang biasa disebut 'kecerdasan hewani', letaknya di otak reptile atau batang otak manusia (hal. 91). Fungsi otak reptile itu ada 3 :
  1. Kebutuhan untuk dihargai.
  2. Kebutuhan untuk pangan, sandang dan papan.
  3. Kebutuhan reproduksi.

Ketiga kebutuhan di atas merupakan kebutuhan dasar hewan dan manusia. Jadi ketika manusia tidak memfungsikan kecerdasan utamanya (IQ, EQ dan SQ) maka yang akan dominan adalah kecerdasan hewaninya. Atau yang secara umum kita kenal dengan keinginan, nafsu atau ego. 

Nah, kita sebagai orang tua tentunya berharap putra-putri kita nantinya berhasil mengendalikan 'keinginan' atau 'kecerdasan hewani' yang alami melekat pada setiap makhluk hidup ini. Melalui pola asuh dan pendidikan yang sesuai dengan kapasitas masing-masing anak, orang tua dapat mengembangkan ketiga kecerdasan utama secara seimbang.

Konsep jiwa yang seimbang ini oleh penulis disebut sebagai Keseimbangan Mental atau Quantum Balance. Melalui pemahaman yang dikenal dengan Quantum Learning penulis berbagi kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat. Yang paling penting belajar itu diposisikan sebagai proses yang menyenangkan dan bermanfaat.


Waaah... banyak sekali ya hal positif seputar pola pendidikan anak yang bisa kita dapatkan dari buku karya Viki Mukadar ini. Teman-teman ingin juga punya buku Rahasia Pola Pendidikan Anak Hebat ini?

Tak usah khawatir, ada 2 eksemplar buku Rahasia Pola Pendidikan Anak Hebat yang bakalan saya bagikan ke teman-teman. Caranya mudah sekali kok : 
  1. Follow blog ini dengan klik tombol 'FOLLOW' yang ada di bagian kanan atas.
  2. Jawab pertanyaan berikut : Anak yang hebat itu yang bagaimana sih?
  3. Share info giveway ini di twitter dengan hastag #AnakHebat dan mention akun saya @uniekkas ya. Mau mention teman-teman lainnya ya boleh agar mereka ikutan giveaway ini juga.
Jawaban ditulis di kolom komen postingan ini ya, saya tunggu hingga tanggal 27 Maret 2017. Terima kasih. 


---------


PEMENANG GIVEAWAY #AnakHebat

Terima kasih banyak yaaa teman-teman untuk keikutsertaannya dalam blog tour dan giveaway Rahasia Pola Pendidikan Anak Hebat. Jawaban yang teman-teman berikan bagus semua dan benar-benar lengkap mewakili harapan kita akan anak hebat yang kelak bisa diandalkan.

Berikut ini nama pemenang ya, saya tambahkan lagi 1 buku, jadi bakalan ada 3 pemenang :
1. Marita Ningtyas
2. Leila Niwanda
3. Asep Nanang

Silakan DM saya via twitter ya alamat lengkap dan no. hp. Insya Allah buku akan segera dikirimkan.

Uniek Kaswarganti

Mom of two lovely kids, loves reading so much especially on fiction. She prefers listening Genesis and Phil Collins, The Corrs and KLa Project while enjoying her loneliness.

25 comments:

  1. Anak hebat itu yang punya rasa kasih sayang pada Allah, pada sesama, berusaha meraih impiannya namun tetap bahagia..

    ReplyDelete
  2. Anak yang hebat itu yang memiliki kepekaan emosi dan peduli dengan lingkungan sosalnya. Memiliki semangat dan bangkit saat gagal. Serta punya tujuan untuk masa depannya.

    ReplyDelete
  3. Anak hebat itu yg utama soleh/solehah alias pny keimanan. Selanjutnya ya percaya diri, tau ttg dirinya dan apa yg dia mau, dan terakhir pastinya berbudi pekerti ya mba..

    ReplyDelete
  4. Anak hebat menurutku anak yang mampu mencintai Allah, Rasulullah, orang tua, dirinya sendiri, saudara, sesama, & lingkungannya pas sesuai dengan porsinya. Sehingga anak memiliki kecerdasan psikis & psikologis yang baik yang nantinya mampu dia gunakan untuk mengarahkan energinya membangun masa depan di dunia & akhirat.

    Tentu ini menjadi PR orang tua untuk mengarahkan anak menjadi hebat sesuai dengan tahapannya, tapi bukan sebagai pemaksaan ambisi orang tua. Sepertinya ini akan menjadi PR besar beberapa waktu lagi. Semoga ke depannya bisa menjadikan anak sebagai sahabat untuk mendiskusikan kemauan saya pribadi dan anak. Aamiin...

    Semangat belajar mendidik & mencintai anak \^•^/

    ReplyDelete
  5. Anak hebat itu yang mencintai Allah dan Rasul, sayang ke orang tua, peduli ke sesama dan lingkungannya. Dan, saya yakin semua anak itu dilahirkan hebat, tinggal bagaimana orang tua mendampingi dan memberikan asupan yang baik dan positif ke anak tersebut.

    ReplyDelete
  6. Semua anak secara fitrahnya pasti dilahirkan dengan potensi yang hebat, kalau kata Bukik Setiawan - "Anak itu bukan kertas kosong" , namun sayang terkadang orang tua yang justru merusak fitrah tersebut. Maka buatku, anak yang hebat adalah anak yang masih terjaga fitrahnnya, melingkupi fitrah keimanan - mengimani Allah, Rasul dan kitabnya, juga fitrah terhadap kebaikan; menyayangi sesama, memiliki empati terhadap lingkungannya, cinta lingkungan, hormat pada orang tua, memiliki rasa ingin tahu dan semangat belajar yang tinggi.

    Dan tugas kita lah sebagai orang tua untuk menjaga fitrah-fitrah tersebut. Semoga kita bisa ya, aamiin.

    ReplyDelete
  7. Anak yang hebat adalah yang tahu apa kewajibannya dan bertanggungjawab menjalankannya : menuruti perintah orang tua, sholat, tadarus, mengerjakan PR, memberi makan hewan piaraan, membantu teman, berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

    Dan tahu apa haknya : mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Ingin pendapatnya didengar dan diberi komentar. Mereka akan protes jika orang tuanya cuek :)

    ReplyDelete
  8. Anak hebat adalah anak yang bisa tumbuh dan berkembang sesuai fitrahnya. Mengetahui dan memahami tujuan utama dia diciptakan yaitu untuk beribadah kepada Allah. Ibadah yang mencakup banyak hal kebaikan dapat dilakukannya.

    ReplyDelete
  9. Anak hebat itu anak yang berbudi pekerti baik, patuh pada ajaran agamanya dan kedua kedua orang tuanya

    ReplyDelete
  10. Anak hebat menurut saya adalah anak yang mampu menjadi dirinya sendiri, berkreasi dan menghasilkan karya tanpa lupa hak-hak dan kewajibannya terhadap Tuhan, orangtua, negara dan lingkungan sekitarnya

    ReplyDelete
  11. Hebat ketika seorang anak bisa tetap menjalani kebaikan yang mungkin tidak sesuai dengan keinginannya.

    ReplyDelete
  12. Anak hebat menurutku yang kecerdasan utamanya seimbang, cerdas spiritual (soleh/solehah), cerdas emosi (pintar beradaptasi dan mengendalikan diri), dan cerdas intelektual (pandai menyelesaikan masalah dan menemukan solusi dengan cepat). Kecerdasannya tadi bukan hanya digunakan untuk kepentingan pribadi tetapi juga untuk orang lain. Jadi, dia bermanfaat untuk orang sekitarnya.

    ReplyDelete
  13. Anak yang hebat itu anak yang berakhlak baik sehingga bakatnya apa pun itu bisa diarahkan ke kemanfaatan untuk orang lain, bagaimana pun kondisi anak tersebut. Jadi seringkali ada peran orangtua juga untuk mengarahkan, bukan bagaimana agar anak menjadi seperti apa yang orangtua inginkan, tetapi bagaimana anak bisa maksimal pada kondisinya masing-masing, baik kondisi secara usia, kesehatan, maupun perkembangan (yang bisa sangat bervariasi karena memang ada anak berkebutuhan khusus atau difabel misalnya).

    ReplyDelete
  14. Anak hebat itu anak yang bisa bertanggungjawab atas hak dan kewajibannya, Mbak.

    ReplyDelete
  15. Tentu saja anak hebat itu anak yang peduli alam, lingkungan, dan sesama. Dengan sepaket itu otomatis anak sayang sama Allah :)

    ReplyDelete
  16. anak hebat bagiku adalah anak yang percaya diri dan kreatif. dengan percaya diri dia jadi berani memilih dan tahu alasan kenapa dia berbuat atau tidak berbuat sesuatu. sedangkan kreatif (yang positif tentunya)akan membuat dia tangguh menjalani hidup. tentunya harus menjunjung tinggi agama dan etika lo ya.. :)

    makasih

    ReplyDelete
  17. Anak hebat itu, anak yang tidak hanya bisa berkata "iya" tapi tahu alasan setiap perbuatan dan konsekuensi atas tindakan. Menjadikan anak hebat adalah tugas orang tua, saya yakin anak hebat lahir dari didikan orang tua yang hebat

    ReplyDelete
  18. Anak hebat adalah ketika mampu mengoptimalkan 3 kecerdasan utamanya. Tahu keinginannya, berusaha mewujudkan, tapi juga bisa menerima kenyataan ketika gagal.

    ReplyDelete
  19. #AnakHebat itu :

    - Sehat Fisik
    - Cerdas Intelektual
    - Cerdas Emosi
    - Punya Jiwa Sosial

    ReplyDelete
  20. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  21. Anak hebat adalah anak dengan cinta dalam hatinya, mereka sadar bahwa kehidupannya anugerah dari Allah dan ayah ibunya merupakan rahmat yang teramat besar dalam hidupnya. Mungkin ia tidak sempurna, tapi ia tahu makna berbagi bahagia. Mungkin ia tidak sepintar Einstein tapi ia selalu berusaha bermanfaat bagi lingkungannya. Mungkin ia tak seatletis Cristiano Ronaldo, tapi setiap gerak tubuhnya penuh dengan doa orang-orang yang dicintai serta mencintainya. Sangat mungkin pula ia tidak bisa membuat musik layaknya Mozart, tapi dalam hatinya bersenandung musik kehidupan yang berasal dari Tuhan.

    ReplyDelete
  22. Anak hebat, menurut saya, adalah anak yang mampu memaksimalkan potensi kecerdasan yg ada pada dirinya, tanpa mengurangi fitrahnya sbg seorang anak yg tetap ceria, kritis,bahagia, dan berperilaku baik. Saya percaya setiap anak pasti mempunyai kelebihan masing-masing.semua anak hebat,Tidak ada anak yg bodoh, hanya belum menemukan potensi dirinya.

    ReplyDelete
  23. Anak hebat adalah anak yg selalu membuat orang tuanya bangga meskipun perbuatan yg dilalukannya sangatlah sederhana.
    Misal: membantu ibu memasak dan membawakan kantong belanjaan, memijat pundak ayah yg baru pulang kerja, bertanggung jawab membereskan mainan setelah menggunakannya, dll.

    ReplyDelete
  24. Bukunya bagus Mbak. Kadang orangtua pasrah bongkokan gitu ya. Bu guru saya titip anak saya, ajari dia ini dan inu. Sampai di rumah, anak hanya dibiarkan saja, gak usdah belajar. Pas ngerjain soal gak bisa, mempertanyakan kepada gurunya. Semoga gak ada yang seprti itu ya, MBak

    ReplyDelete
  25. Bagus yaaa mba bukunya! Aku suka penasaran dengan buku-buku parenting :).. dan selamat buat yg menang 😇😇

    ReplyDelete